Search This Blog

Memuat...

Senin, 29 November 2010

Berkendara aman nggak cukup hanya tau aturan, tapi juga kenali kebiasaan sekitar

Hari ini keluarga saya dapat musibah bro. Ibu saya kecelakaan. Pas lagi nyebrang, boncengan sama temannya diserempet motor lain dari belakang yang entah muncul darimana. Tapi alhamdulillah ibu saya nggak papa. Cuma temannya yang agak mengkhawatirkan. Soalnya sebelumnya juga baru kecelakaan. Sedangkan si penyerempet kata pak polisinya ada tulangnya yang patah. Belum sempat lihat, karena langsung ke puskesmas, bahkan motornya pun sempat disembunyikan di kandang sapi. Indikasi iktikat yang tidak baik. Sekarang si skywave menginap di polsek setempat.

Di daerah saya ini lalu lintasnya unik bro. Sering sekali saya dimaki maki karena belok. Walaupun sudah menyalakan sein dan sedikit demi sedikit belok mengambil ke kanan dari jauh, tapi tetep saja orang yang mau nyalip dari belakang mengambil sebelah kanan saya. Heran saya. Makanya kalau lalu lintas agak ramai saya mending berhenti, menepi sebentar. Padahal kalau dikota pokoknya sein menyala pasti pengendara di belakangnya otomatis menyalip dari arah sebaliknya dari sein tersebut. Semacam ketentuan umum lah. Itulah mengapa di kota walaupun traffic nya super padat tapi lebih jarang kecelakaan.

Di tempat saya ini sebetulnya lalu lintas tidak begitu ramai. Tapi rata rata berkecepatan tinggi semua. Apalagi sekarang jalan jalan baru diaspal ulang. Tambah kenceng aja perasaan motor motor berlalu lalang. Dan menurut pengamatan saya rata rata skill berkendara mereka tidak terlalu bagus. Jarang yang sering berkendara jauh. Jadi tahunya ya aturan setempat. Di daerah saya juga banyak daerah pegunungan dimana safety riding masih dipandang hal yang aneh. Pengendara tanpa helm jamak ditemukan di daerah daerah ini. Malah kalo ada yang pake helm itu baru aneh. Sesekali penduduk daerah ini turun dan membaur di lalu lintas yang lebih ramai. Nah, ini juga sangat berbahaya. Bukannya saya mendiskriminasi penduduk daerah tertentu, tapi sepanjang pengalaman saya demikian.

Tapi ya sudahlah, yang penting ibu saya baik baik saja. Semoga teman ibu saya juga baik baik saja. Termasuk si penyerempet semoga cepat pulih. Kejadian ini memberikan pelajaran berharga. Karena kebiasaan penduduk suatu daerah itu berbeda beda. Dan kita apabila melewati daerah tertentu sebaiknya memahami kebiasaan yang berlaku, agar bisa dengan aman menempatkan diri, termasuk berlalu lintas. Keep riding keep safety bro!!

0 komentar: